Aku sebut dia matahari
Karena hadirnya mencerahkan, menghangatkanku
Membuat aku tak lagi takut pada kelamnya dunia
Saat ia tertawa
Itu benar-benar membahagiakanku
Panggilannya untukku
Itu semakin buatku bahagia
Sedihku saat ia gelisah, sakit, atau sulit
Karena saat itu aku tidak didekatnya
Jarak membuat aku semakin rindu
Waktu yang terbatas membuat aku menghargai setiap kesempatan
bersamanya
Kisah ini, memberiku banyak pelajaran berharga
Bahwa kepercayaan adalah kekuatan
Sebatas mana kami mampu bertahan
Di awal kisah,
Aku belum berani menaruh harapan padanya
Aku takut kisah pilu kembali terulang
Namun waktu memaksaku untuk terus memikirkannya
Hingga aku sadari,
Bahwa aku telah menaruh terlalu banyak harapan untuknya
Aku bermimpi terlalu besar tentangnya, tentang kami
Bahkan aku terlalu mengkhayalkannya
Dia tetap kusebut matahari
Lalu di manakah aku akan berada?
Apakah aku akan menjadi gelap karena matahariku tenggelam,
Atau mungkin matahariku akan terus menyinari
Entahlah
Berulang kali aku berusaha membebaskan pikiranku
Untuk tidak memikirkannya
Aku sibukkan diriku dengan berbagai hal
Tapi aku gagal
Yang ada, aku terlarut dalam kepedihan
Aku berdoa pada Tuhan,
Agar ia bahagia
Agar ia senantiasa sehat
Dimanapun dan dengan siapapun dia berada
Terlalu berharap itu emang bikin sakit :D
BalasHapusIyo ki.... Agak nyesek... Padahal awalnyo dak niat nak naruh harapan
BalasHapus