Social Icons

Pages

HIDUP itu terlalu INDAH untuk ditangisi, tapi juga terlalu PAHIT untuk dinikmati...
TAPI hidup akan sangat BERMAKNA jika di HARGAI

Minggu, Desember 13, 2015

Dekat

Aku berada sangat jauh dari sisi seorang kekasih
Tak pasti berapa jaraknya
Sebab tak pernah kuukur secara nyata
Tapi laut dan udara lah tahu pasti

Seperti saat sehelai kertas kulayangkan ke atas air
Namun ia melayang
Tak jatuh ke air tak jua kembali sentuh tanganku
Namun ia basah
Meski tak dipercik air sedikit juga

Sebab begitulah keterpisahanku denganmu
Tak langsung menyentuhmu
Apalagi menggenggam tanganmu
Namun rasa kasih ini tetaplah terasa
Ibarat kertas basah tanpa percikan air
Tak lah ia jatuh ke air itu
Tak jua kembali sentuh tanganku
Namun tetaplah basah dia
Sebab sebelum ku jatuhkan kertas itu
Telah kau kirimkan percikan air ke atasnya

»»  READ MORE...

Rindu dan Galau

Dari catatanku tertanggal 19 Mei 2014

Rindu menempati semua ruang di diri ini
Mengisi tiap celah tanpa menyisakan sedikitpun sela untuk yg lain
Rindu ini tidak menyiksa, sayang
Malah membahagiakan
Merindukanmu sama senangnya dengan memeluk bulan
bila ternyata merindu saja sudah demikian indahnya,
lalu sebentuk pertemuan pastilah bisa menyempurnakannya

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman," sementara mereka tidak diuji lagi?  Dansungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka, Allah pun betul- betul mengetahui orang-orang yang benar dan Dia betul-betul mengetahui orang-orang yang berdusta".
(Al-ankabut : 2, 3)

Tidak ada yg salah dgn galau. Karena hidup tidak melulu bahagia dan tertawa. Sesekali, kita juga perlu merasakan haru, sedih, dan galau untuk tahu seberapa sensitif hati kita untuk disentuh.

»»  READ MORE...

Jumat, Desember 04, 2015

Air Mata Lelaki

Laki-laki itu, sepertinya sudah matang.
Laki-laki itu meneteskan air matanya.
Kemudian ia mengedip-ngedipkan kelopak mata
lalu mengucek-ngucek matanya sambil berpura-pura menguap,
berharap orang akan mengiranya kelilipan atau mungkin mengantuk.
Kali ini ia memencet-mencet hidungnya dan sesekali seperti menahan ingus,
berharap orang yg melihat atau mendengar akan mengiranya sedang pilek.
Matanya bertambah merah akibat air mata yang terus menetes,
mungkin orang-orang pun akan mengira ia sedang sakit mata.
Ia mengelap-ngelap wajahnya yang dilinangi air mata,
mungkin orang hanya akan menganggap ia sedang mengelap keringat.
Tapi ia tidak sedang kelilipan,
tidak mengantuk,
tidak juga pilek atau sakit mata,
ia juga bukan berkeringat.
Ia meneteskan air mata,
bukan karena sakit atau kelilipan,
tapi ia sedang bersedih.
Ia sedang menangis.
Menangis yang terlihat diam-diam bahkan terkesan disembunyikan.
Manusia boleh menangis,
Lelakipun boleh menangis,
termasuk juga ia pun boleh menangis.
4/des/2012

»»  READ MORE...