Social Icons

Pages

HIDUP itu terlalu INDAH untuk ditangisi, tapi juga terlalu PAHIT untuk dinikmati...
TAPI hidup akan sangat BERMAKNA jika di HARGAI

Jumat, Desember 04, 2015

Air Mata Lelaki

Laki-laki itu, sepertinya sudah matang.
Laki-laki itu meneteskan air matanya.
Kemudian ia mengedip-ngedipkan kelopak mata
lalu mengucek-ngucek matanya sambil berpura-pura menguap,
berharap orang akan mengiranya kelilipan atau mungkin mengantuk.
Kali ini ia memencet-mencet hidungnya dan sesekali seperti menahan ingus,
berharap orang yg melihat atau mendengar akan mengiranya sedang pilek.
Matanya bertambah merah akibat air mata yang terus menetes,
mungkin orang-orang pun akan mengira ia sedang sakit mata.
Ia mengelap-ngelap wajahnya yang dilinangi air mata,
mungkin orang hanya akan menganggap ia sedang mengelap keringat.
Tapi ia tidak sedang kelilipan,
tidak mengantuk,
tidak juga pilek atau sakit mata,
ia juga bukan berkeringat.
Ia meneteskan air mata,
bukan karena sakit atau kelilipan,
tapi ia sedang bersedih.
Ia sedang menangis.
Menangis yang terlihat diam-diam bahkan terkesan disembunyikan.
Manusia boleh menangis,
Lelakipun boleh menangis,
termasuk juga ia pun boleh menangis.
4/des/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar